Selasa, 11 Oktober 2011

CHORDATA


BAB I
PENGERTIAN CHORDATA

Chordata berasal dari bahasa yunani yaitu chorde yang berarti dawai atau senar atau tali.Sesuai dengan namanya anggota kelompok Chordata memiliki notokord (korda doralis) memanjang sebagai kerangka sumbu tubuh.
Asal-Usul Chordata
Teori-teori tentang asal usul Chordata disusun berdasarkan karakteristik invertebrata dan kordata rendah. Ada 3 teori yang dapat dikemukakan mengenai asal usul Phylum Chordata yaitu:
1. Teori Anelid
Baik anelida maupun Chordata bersifat bilateral simetris dan bersegmen. Organ-organ ekskresi bersegmen, selom tumbuh baik, ada korda saraf di pembuluh-pembuluh darah longitudinal. Apabila pada anelida kita menempatkan korda sarafnya di sebelah dorsal saluran pencernaan, maka tipe aliran darahnya akan sama dengan yang terdapat pada chordata. Namun, mulut anelida itu ada di sebelah dorsal, tidak seperti pada chordata yang mulutnya di sebelah ventral. Demikian pula berbagai hubungan dorsoventral akan berubah. Lebih-lebih lagi, annelida itu tidak mempunyai struktur yang serupa dengan notokorda atau celah-celah insang (Zaif, 2009).
2. Teori Araknid
Persamaanya adalah pada eurypterid (artropoda zaman Paleozoik) dan ostracoderm (chordata pada zaman purba), yaitu adanya eksoskeleton dorsal, namun demikian, kordata tidak mempunyai apendiks-apendiks seperti pada artopoda, dan korda sarafnya terletak sebelah dorsal. Sedangkan pada artopoda, korda sarafnya ada di sebelah ventral (Zaif, 2009).

3. Teori Ekinodermika
Larva tornaria dari cacing lidah Soccoglossus sp. (anak filum Hemichordata) dan larva bipinnaria dari echinodermata, semuanya transparan, bersilia eksternal, dengan ruang selom, dan mempunyai porus dorsal. Dahulu memang terjadi kekeliruan, yaitu larva cacing lidah itu diidentifikasi sebagai Asterius sp. Sebuah hipotesis pernah dikemukakahn, bahwa larva echinodermata→larva hemichordata→larva tunikata→amfioksus→ostracoderm. Jika hipotesis itu benar, maka tidak ada lagi kemungkinan akan ditemukan fosil chordata purba (Zaif, 2009).


Hewan yang termasuk Chordata adalah hewan yang memiliki penyongkong tubuh dalam,mulai dari tingkat sederhana sampai mamalia. Chordata hidup bebas, dan tidak ada yang secara tegas merupakan parasit. Di dalam tubuh Chordata terdapat celom.Mesoderm yang merupakan dinding celom tersebut berasal dari entoderm primer, sehingga Chordata termasuk enterocelomata bersama Echinodermata.
Sifat-sifat yang ada pada hewan –hewan yang dimasukkan ke dalam filum ini ialah:
  1. Memiliki korda doralis,pada keadaan embrio,larva atau seumur hidup,korda doralis terjadi entoderm primer.
  2. Pada dinding pharyng ada sulci pada keadaan embrio atau lubang-lubang pada keadaan larva atau seumur hidup lubang-lubang ini ialah celah-celah insang.
  3. Di dalam pusat susunan saraf ada rongga seumur hidup atau hanya pada keadaan larva rongga ini disebut neurocela












3. Ciri Morfologi dan Anatomi
  1. Morfologi
Secara morfologi filum Chordata mengalami perkembangan dari yang sederhana pada Chordata tingkat rendah akraniata (tidak bertengkorak) hingga hewan-hewan Chordata tingkat tinggi Kraniata (hewan bertengkorak dan mempunyai otak) mempunyai korda doralis dari yang berupa notokord pada ujung anterior saja hingga hewan-hewan yang notokordnya berkembang sangat bagus menjadi kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang).
  1. Anatomi
Secara anatomi filum Chordata memilki sistem organ yang sangat kompleks. Ada yang belum mempunyai jantung misalnya pada Amphioux.Ada jantung yang beruang 2, 3 atau 4. Terdapat selom yang berkembang baik. Mesoderm sebagai dinding selom yang berasal dari entoderm primer, seperti pada Echinodermata, sehingga Chordata bersama Echinodermata ada yang menggolongkan sebagai Enterocelomata.
  1. Ciri Tubuh Chordata
Tubuh simetis bilateral, memiliki susunan saraf pusat yang berbentuk pembuluh. Memiliki korda doralis (kerangka sumbu tubuh), beberapa celah faring dan adanya segmentasi pada bagian otot dan saraf. Beberapa hewan ada yang hidup parasit pada sesama Chordata. Memiliki sebuah benang saraf yang berlubang, celah-celah insang (gill clefts) dan sebuah ekor post anal.


BAB II
KLASIFIKASI CHORDATA


Filum Chordata ini dibagi atas 4 Sub filum:
  1. Sub Filum Hemichordata
  2. Sub Filum Urochordata
  3. Sub Filum Cephalochordata
  4. Sub Filum Vertebrata
Beberapa ahli Zoologi memasukkan Sub Filum Hemichordata, Sub Filum Urochordata, dan Sub Filum Cephalochordata menjadi satu kelompok yang disebut Acrania (A = tidak, Crania = tulang tengkorak), sedangkan Sub Filum Vertebrata masuk kelompok craniata (otaknya telah dilindungi tulang cranium).
  1. Hemichordata
Hemichordata (Hemi = setengah,chorde = dawai atau senar atau tali) Hemichordata mempunyai bentuk tubuh seperti cacing kecil, dengan cara hidup yang soliter ataupun berkoloni dan merupakan benthos laut pada masa hidup yang dewasa,pada saat masih berupa larva merupakan epiplankton. Biasanya hanya berukuran antara mm-cm, tapi ada yang berukuran sampai 1,5m pada kelas Enteropneusta Hewan ini mempunyai karakteristik:
  1. Tubuh simetris bilateral,
  2. Tubuhnya mempunyai lebih dari dua lapisan sel, jaringan dan organ,
  3. Tubuhnya berongga sejati,
  4. Tubuhnya terbagi menjadi 3 yaitu Protosome, Krah baju, dan belalai,
  5. Sistem saraf adalah menyebar,tetapi variabel,
  6. Mempunyai organ sirkulasi terbuka,
  7. Reproduksi dengan seksual dan aseksual,
  8. Memakan partikel yang ada di air,
  9. Semuanya terdapat di lingkungan lautan,
  10. Glomerolus sebagai organ ekskresi,
  11. Tubuhnya memiliki usus yang berbentuk lurus atau berbentuk U yang menyambung dengan anus


Tubuh hemichordata terbagi menjadi tiga bagian yaitu:
  1. Protosome (preoral cuping), organ ini merupakan belalai yang dimodifikasi dan dijumpai pada berbagai spesies pendek, juga pada spesies ini.
  2. Krah baju, yang memiliki tentakel pada Pterobrancia tetapi tidak pada Enteropneusta
  3. Belalai, bagian ini mempunyai organ untuk reproduksi dan pencernaan.


Kelas-Kelas pada Hemichordata
Pada beberapa sumber disebutkan dalam Hemichordata terdapat 4 kelas yaitu kelas Enteropneusta, Pterobranchia, Graptolithina, dan Planctospaeroidae. Tetapi pada kelas Planctospaeroidae baru ditemukan satu spesies. Tetapi pada beberapa sumber lainnya disebutkan bahwa Hemichordata mempunyai 2 kelas yaitu kelas Enteropneusta dan Pterobranchia.
  1. Kelas Enteropneusta
Bentuk tubuh seperti cacing, soliter, berukuran 9-45cm, kecuali Balanoglossus di Brazillia mencapai 1,5m. Umumnya terdapat di perairan dangkal, di bawah batu dan karang dan meliang dalam lumpur dan pasir. Tubuh umumnya lembek dan terdiri atas belalai,kelepak (collar), dan badan yang panjang. Pada belalai (probosis) terdapat cilia yang berfungsi sebagai tenaga penggerak dan mengalirkan butir-butir makanan yang menempel pada lender ke mulut. Pada sisi dorsal badan yang berbatasan dengan kelepak terdapat deretan pori-pori insang yang tersusun secara longitudinal. Jumlah pori-pori bertambah dengan bertambahnya umur. Enteropneusta mempunyai daya regenerasi yang besar,sehungga dapat memperbaiki atau mengganti bagian tubuh yang hilang atau rusak.




B. Kelas Pterobranchia
Merupakan cacing kecil-kecil yang hidup dalam tabung, berkelompok atau berkoloni. Panjang tiap individu tidak lebih dari 12mm. Umumnya terdapat di laut dalam di selatan khatulistiwa,kecuali Rhabdopleura di pantai Eropa. Tubuh terdiri atas probosis berbentuk seperti tameng (perisai) dan tangan-tangan yang mengandung tentakel di bagian dorsal kelepak (collar).
  1. Urochordata
Urocordata (oura = ekor,chorde = dawai atau senar atau tali). Kebanyakan Urochordata berbentuk seperti kantung kecil,umumnya hidup sebagai hewan benthic dan beberapa jenis yang lain sebagai plankton.Terdapat 1300 spesies dalam sub filum Urochordata yang di bagi dalam 3 kelas yaitu Ascidiacea, Thaliacea, dan larvacea.
Sistem Pencernaan
Urochordata misalnya Ascidia bersifat filter feeders (aktif memakan partikel makanan). Esofagus merupakan lanjutan faring dekat akhir posterior lamina. Selanjutnya menuju lambung bersambung dengan usus yang melekat di sebelah kiri dari mantel. Lambung merupakan kantung dengan dinding tebal yang menghasilkan enzim karbohidrase yang mampu memecah karbohidrat. Selain itu lambung juga menghasilkan enzim proteolitik dan lipolitik. Sebelah dalam dari lambung dan penebalan usus sebelah ventral dikenal sebagai typhlosole. Sistem pencernaan Urochordata memiliki kelenjar hati yang besar. Terdapat kelenjar piloris yang bercabang-cabang di seluruh dinding usus yang berhubungan dengan lambung. Kelenjar piloris tersebut berfungsi untuk melancarkan saluran pencernaan makanan. Bagian akhir usus memutar melingkar ke depan dan berakhir pada lubang dubur yang nantinya berhubungan dengan sifon (Ruppert, 2004).






  1. Sub-Kelas Ascidiacea
Ascidiacea disebut juga seasquirt,penyemprot laut. Umumnya hidup sessile dan merupakan avertebrata air dengan penyebaran luas, terdapat di laut hamper seluruh dunia. Umumnya terdapat di perairan litoral,menempel pada karang, cangkang molusca, lunas kapal atau pada dasar pasir dan lumpur.
Bentuk tubuh seperti kantung atau balon kecil. Ujung yang satu menempel pada substrat dan ujung yang lain menjulur bebas dan mempunyai dua buah bukaan, bucal siphon atau sifon air masuk dan cloacal (atrial) siphon atau sifon air keluar.
Tubuh ascidian tertutup lapisan epitel. Di luar lapisan epitel masih ada lagi pembungkus yang disebut mantel atau tunic. Tunic merupakan ciri khas ascidian, sehingga dinamakan tunica. Ketebalan mantel bervariasi, demikian pula kekerasannya dari lunak sampai keras. Tidak sedikit yang transparan sehingga organ dalamnya terlihat. Tunica adalah filter feeder dan penyaring plankton dari air yang mengalir melalui pharynx.
Kebanyakan ascidian berukuran besar dengan diameter sampai 30 mm hidup soliter dan sering disebut ascidian sederhana.


  1. Sub-Kelas Thaliacea
Merupakan tunica pelagis. Hidup soliter atau dalam bentuk koloni.Kelas Thaliacea berbeda dengan Kelas Ascidian. Sifon air masuk dan sifon air keluar pada Thaliacea terletak pada ujung yang berlainan, dan aliran air selain untuk pertukaran gas dan makan,juga berfungsi sebagai alat gerak. Tubuh transparan sehingga organ dalamnya tampak jelas. Terdapat sekitar 6 genera dengan 70 spesies, semua hidup sebagai plankton laut,di daerah tropis dan subtropis
Kelas Thaliacea di bagi menjadi 3 ordo berdasarkan cara hidup dan daur hidup yang berbeda menjadi Pyrosomida, Doliolida, dan Salpida.


  • Ordo Pyrosomida
Ciri-ciri:
  • Bentuk koloni seperti tabung silinder
  • Panjang koloni yang silindris dapat mencapai 2m
  • Berkembang biak secara seksual dan aseksual


  • Ordo Doliolida
Soliter.bentuk tubuh dewasa seperti gentong kayumempunyai otot melingkar yang lengkap. Kontraksi otot untuk menyemprot air ke luar melalui sifon atrium sehingga organisme tersebut dapat berenang dengan cepat.


  • Ordo Salpida
Ciri-ciri:
  • Otot melingkar tidak lengkap
  • Tabung (test) transparan seperti agar
  • Hidup soliter atau mengelompok
  • Reproduksi secara aseksual dan seksual


  1. Sub-Kelas Larvacea (Appendicularia)
Terdapat sebagai plankton laut di seluruh dunia.Tubuh kecil, beberapa millimeter dan transparan. Dinamakan Larvacea karena yang dewasa tetap mempunyai beberapa ciri-ciri khas larva, seperti mempunyai ekor di belakang anus dan notokord,tubuh melengkung mirip berudu ascidian atau seperti huruf U. Semua larvacea soliter.Mulut di anterior dan anus di ventral.
Larvacea tidak mempunyai mantel atau tunic dari selulosa tetapi tubuh terdapat dalam suatu “rumah”. Permukaan lapisan epitel menghasilkan zat semacam agar yang menyelimuti seluruh tubuh.




  1. Cephalochordata
Tubuh dapat dibagi menjadi kepala,badan dan ekor. Kepala terdiri atas rostrum, mulut dan oral cirri. Rostrum seperti moncong, terdapat di ujung anterior,berfungsi untuk menyingkirkan pasir saat menggali lubang. Mulut di kelilingi oral cirri yaitu rangkaian tonjolan panjang-panjang sebagai alat indra. Badan yang besar dan setengahnya terisi oleh pharynx dan gonad. Pada sisi latero-ventral badan terdapat lipatan metapleura. Tubuh di lapisi epidermis,tanpa kutikula maupun tunic.
Sebagai anggota dari filum Chordata, lancelet mempunyai notokord yang terletak sepanjang tubuh, benang saraf bolong sepanjang tubuh, tetapi tidak melebar membentuk otak,ekor terletak di belakang anus, dan pharynx besar dengan celah insang berpasangan.
Cephalochordata merupakan kelompok Coelomata yang beruas-ruas seperti annelid dan vertebrata. Tubuh Cephalochordata yang beruas-ruas tampak jelas dari otot renang yang tersusun sepanjang badan, sebanyak 50 sampai 75 unit, berbentuk V, disebut myomere (“ruas otot”), yang terletak pada kedua sisi tubuh. Masing-masing myomere dibatasi oleh myosepta.
Dikelompokan menjadi 2 ordo :
  • Ordo Branchiostomida
  • Contoh Amphioxus lanceolatus
  • Ordo Amhioxidida
  • Contoh Amphioxides Sp.


  1. Vertebrata
Para ahli paleontologi telah menemukan fosil invertebrata yang menyerupai chepalochordata di Burgess Hale of British Columbia , Kanada. Fosil itu berumur sekitar 545 juta tahun , lebih tua dibandingkan dengan vertebrata tertua yang diketahui secara umum. Catatan pada batuan tersebut terlalu tidak sempurna bagi kita untuk dapat melacak kembali asal mula dari vertebrata pertama yang berasal dari nenek moyang invertebrata, tetapi kita dapat mengajukan hipotesis logis mengenai evolusi ini berdasarkan anatomoi dan embriologi perbandingan. Banyak ahli biologi berpendapat bahwa nenek moyang vertebrata adalah hewan yang makan dengan mengambil suspensi, mirip dengan cephalochordata, dan memiliki keempat ciri dasar chordata tersebut. Penelitian terbaru oleh para ahli sistematika molekuler mendukung hipotesis bahwa cephalochordata adalah kerabat terdekat vertebrata (Campbell,2004).
Baik cephalochordata maupun vertebrata mungkin telah berevolusi dari leluhur sesil yang sama melalui paedogenesis, perkembangan dini kematangan seksual pada larva. Peerubahan dalam gen yang mengontrol perkembangan dapat mengubah waktu terjadinya perkembangan tersebut, misalnya pematangan gonad. Mungkin perubahan seperti itu terjadi pada leluhur cephalochordata dan vertebrata, menyebabkan gonad menjadi matang pada larva yang hidup berenang sebalum dimulainya metamorfosis menuju bentuk dewasa yang sesil. Jika larva yang bereproduksi sangat berhasil, seleksi alam mungkin telah memperkuat paedogenesis dan menghilangkan tahapan metemorfosis (Campbell,2004).
Vertebrata masih mempertahankan karakteristik chordata primitif tetapi memiliki spesialisasi tambahan, yaitu ciri-ciri yang diturunkan dan dimiliki bersama yang membedakan subfilum ini dari chordata invertebrata. Banyak dari ciri-ciri yang membedakan vertebrata-vertebrata ini terkait dengan ukuran besar dan gaya hidup yang aktif (Campbell,2004).








BAB III
FISIOLOGI


Pada Hemichordata cellom proboscis dan cellom collare diduga dapat diisi dengan air laut sehingga mengembang dan mengeras. Oleh karenanya dan dengan bantuan gerakan otot tuncus, hewan dapat masuk ke dalam lumpur. Mulut tetap terbuka, sehingga air dan lumpur yang mengandung sisa-sisa organis masuk ke dalam mulut. Air kemudian keluar melalui lubang-lubang, kandung-kandung, celah-celah insang, sisa-sisa organis merupakan makanan dan tanah, dikeluarkan melalui anus.
Pada Urochordata makanan berupa plankton-plankton kecil masuk ke dalam pharynx. Plankton ini terjerat oleh getah yang pekat yang berasal dari sel-sel kelanjar yang berasal dari endostyle, dan dialirkan oleh gerakan silia pada endostyle, cristae epicaryngeales dan lamina dorsalis ke lubang esophagus, lalu mengalir melalui stigmata di mana terjadi pertukaran gas antara darah dan air. Kontraksi cor ialah secara peristaltik dengan arah yang berganti-ganti, sehingga aliran darah juga berganti-ganti.
Kelompok sel-sel besar dengan gelembung-gelembung besar yang mengandung asam urat diduga berfungsi sebagai alat exskresi. Juga diduga bahwa grandula neurelaris berhubungan dengan exkresi. Pada tentakel di dalam lubang mulut diduga ada sel-sel yang berfungsi sebagai chemoreceptor. Juga diduga bahwa tuberculum dorsale merupakan suatu alat indera. Pada keadaan protogyni, ovarium berfungsi dulu, kemudian testis. Oleh karenanya dapat terjadi autofertilisasi.






BAB IV
LAIN-LAIN




  1. Hubungan antara chordata-Inveterbrata danVertebrata.
Para ahli Paleontologi telah menemukan fosil invertebrata yang menyerupai Cephalochordata di Burgess Shale of British Colombia, Kanada. Fosil itu berumur sekitar 545 juta tahun, sekitar 50 juta tahun lebih tua dibandingkan dengan vertebrata tertua yang diketahui sejauh ini.Catatan pada batuan tersebut terlalu tidak sempurna bagi kita untuk dapat melacak kembali asal mula dari vertebrata pertama yang berasal dari nenek moyang inveterbrata tetapi kiya dapat mengajukan hipotesis logis mengenai evolusi iniberdasarkan anatomi dan embriologi perbandingan. Banyak ahli biologi berpendapat bahwa nenek moyang vertebrata adalah hewan yang makan dengan mengambil suspensi, mirip dengan Cephalochordata dan memiliki keempat ciri dasar Chordata tersebut. Penelitian baru oleh para ahli sistematika molukuler mengandung hipotesis bahwa Cephalochordata adalah kerabat terdekat vertebrata.
Baik Cephalochordatamaupun Vertebrata mungkin telah berevolusi dari leluhur sesil yang sama melalui paedogenesis, perkembangan dini kematangan seksual pada larva urochordata dibandingkan dengan urochordata dewasa. Perubahan dalam gen yang mengontrol perkembangan dapat mengubah waktu terjadinya perkembangan tersebut, misalnya pematangan gonad. Mungkin perubahan seperti itu terjadi pada leluhur cephalochordata dan vertebrata, menyebabkan gonad jadi matang pada larva yang hidup berenang sebelum dimulainya metamorfosis menuju bentuk dewasa yang sesil. Jika larva yang bereproduksi itu sangat berhasil, seleksi alam mungkin telah memperkuat paedogenesis dan menghilangkan tahapan metamorfosis.
Meskipun Cephalochardata dan Vertebrata kemungkinan berevolusi dari leluhur Chordata yang sama, mereka memisah sekitar setengah miliah tahun silam sehingga memiliki banyak perbedaan penting.


BAB V
MANFAAT




  1. Merupakan plankton, hemichordata pada masa larva, ordo salpida
  2. Sebagai bioindikator pencemaran
  3. Sebagai pengurai


DAFTAR PUSTAKA
Bullough, W.S.1951.Practical Invertebrate Anatomy. Mac Millan, London.
Hertwig, R. 1903l.Lehbruch der Zoologie, Ficher Jena.
Parker, T.J. Haswell, W.A., 1951.A Text Book of Zoology, vol 1. Mac Millan, London
Storer, T.S, Usinger, R.L.1957.General Zoolog.Mc.Graw-Hill, New York.
Zaif. 2009. Filum Chordata. http://wordpress.com/phylum-chordata. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011 Pukul 20.05 WIB
Campbell. 2004. BIOLOGI jilid 2 edisi ke-5. Erlangga : Jakarta


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar